Penelitian ini membahas pentingnya peran guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak tunagrahita usia 7-8 tahun, mengingat keterbatasan kognitif yang mempengaruhi kemampuan berbahasa mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak tunagrahita. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap empat anak tunagrahita. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator, fasilitator, evaluator, dan orang tua kedua berperan penting dalam peningkatan kemampuan bahasa anak. Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya strategi pengajaran yang konsisten dan dukungan emosional, serta kolaborasi dengan orangtua untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak tunagrahita.
Copyrights © 2025