Pendekatan play-based learning penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan play-based learning dan dampaknya terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif naratif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara guru kelas, dan dokumentasi aktivitas anak. Subjek penelitian adalah dua guru kelas B dan siswa di sekolah. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan bermain efektif meningkatkan kemampuan berbagi, kerja sama, pengelolaan emosi, dan interaksi sosial anak. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kolaborasi guru, anak, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal melalui pendekatan bermain
Copyrights © 2025