Penelitian ini membahas peran dan tantangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menghadapi Pemilu 2024 di Indonesia, dengan fokus pada Generasi Z sebagai pemilih dominan. Generasi Z, yang berjumlah 74,94 juta jiwa atau 27,94% dari total penduduk, sangat terhubung dengan teknologi digital dan media sosial. Meskipun ini mempermudah akses informasi, mereka juga rentan terhadap hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap proses pemilu. Tantangan utama KPU adalah mengatasi penyebaran hoaks di media sosial dan merancang strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi politik anak muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pentingnya literasi politik dan strategi komunikasi yang adaptif pada Pemilu 2014 dan 2019, yang masing-masing mencapai 85,9% dan 91,3%. KPU Kota Semarang telah menunjukkan keberhasilan dalam menggunakan media sosial dan kampanye kreatif seperti #temanpemilih, yang meningkatkan partisipasi pemilih bahkan dalam situasi pandemi. Penelitian ini menyoroti perlunya KPU terus berinovasi dalam menghadapi perubahan perilaku digital Generasi Z, dengan tujuan utama meningkatkan partisipasi politik generasi muda di Indonesia.
Copyrights © 2024