Pendidikan seksual merupakan elemen penting dalam mendukung perkembangan anak, termasuk anak tunagrahita. Namun, edukasi seksual bagi anak tunagrahita menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kognitif dan kurangnya metode pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas permainan tradisional Dengkleng yang dimodifikasi menjadi Edukleng dalam meningkatkan pemahaman seksual anak tunagrahita. Metode yang digunakan meliputi pelatihan guru dan pendampingan intensif selama enam minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman anak dari kategori kurang (42) menjadi sangat baik (91), serta peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan media edukasi ini. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa Edukleng dapat menjadi pendekatan inovatif yang efektif dalam pendidikan seksual anak tunagrahita, memberikan solusi praktis untuk tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mereka. Saran untuk pengajar di sekolah luar biasa atau sekolah inklusi adalah untuk mengadaptasi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan anak tunagrahita, seperti Edukleng, yang mengintegrasikan permainan tradisional dengan tujuan pendidikan seksual.
Copyrights © 2025