Seni membatik dengan motif khas yang berbeda di setiap daerah di Indonesia kini nyaris tergerus oleh arus modernisasi. Padahal, membatik merupakan bagian dari kearifan lokal bangsa yang merefleksikan rasa hormat terhadap alam, serta dihasilkan dari semangat, kecintaan, dan apresiasi yang mendalam terhadap warisan budaya. Membatik sebagai produk kearifan lokal di Kecamatan Sidayu, Gresik, memiliki tujuan utama untuk melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus memberdayakan potensi ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui pembatikan, masyarakat Sidayu dapat mengekspresikan kekayaan motif lokal yang terinspirasi dari lingkungan, sejarah, dan nilai religius yang khas daerah tersebut. Selain itu, pengembangan produk batik lokal juga bertujuan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar lokal maupun nasional. Dengan demikian, membatik menjadi sarana penting dalam memperkuat karakter daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) sebagai pendekatan dalam mengembangkan desain motif batik khas Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Metode ini diterapkan dengan menganalisis motif-motif lokal Sidayu yang selaras dengan preferensi pasar guna mendukung pengembangan produk. Diharapkan, hasil dari penelitian ini mampu menghasilkan desain-desain motif batik baru yang tidak hanya mencerminkan kekhasan budaya lokal, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai produk kebutuhan sehari-hari, seperti pakaian (seragam dinas dan sekolah), aksesori, dan souvenir, yang sekaligus memperkuat identitas kultural suku bangsa.
Copyrights © 2025