Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif untuk menganalisis tantangan utama yang dihadapi UMKM di Banyumas dalam mengadopsi pemasaran digital. Temuan menunjukkan kendala signifikan meliputi: literasi digital rendah, kendala keuangan, infrastruktur tidak memadai, resistensi terhadap perubahan, dan kesenjangan keterampilan digital. Hambatan-hambatan ini secara kolektif menghambat UMKM dalam memanfaatkan platform digital secara optimal. Berdasarkan temuan, studi ini merekomendasikan model kolaborasi triple helix (pemerintah-swasta-akademisi) untuk intervensi holistik, termasuk pelatihan berbasis kearifan lokal, insentif fiskal, dan pemerataan infrastruktur. Kontribusi penelitian terletak pada identifikasi hambatan spesifik konteks Banyumas dan rekomendasi solusi aplikatif.
Copyrights © 2025