Hepatoma (karsinoma hepatoseluler) adalah kanker hati yang berasal dari hepatosit. Insiden hepatoma adalah 5,6 dari semua kanker yang menyerang manusia. Angka kematian dan kejadian hepatoma adalah 500.000 sampai 1 juta kasus setiap tahunnya. Faktor risiko hepatoma adalah virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), sirosis hati, aflatoksin, obesitas, diabetes melitus, dan alkohol. Patogenesis hepatoma berasal dari faktor risiko dan berkembang menjadi fase kronis, infeksi yang disebabkan oleh HBV dan HCV akan menyebabkan inflamasi dan menghasilkan radikal bebas, sitokin, dan kemokin yang mengakibatkan kerusakan DNA sel, proliferasi sel, fibrosis, dan angiogenesis. Manifestasi klinis hepatoma adalah ikterus, ensefalopati hepatik, oedema anasarca, asites, dan varises. Diagnosis hepatoma ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, penanda tumor seperti Alpha-1 Fetoprotein (AFP ) Lens Culinaris Agglutinin-Reactive AFP (AFP-L3) Des-g-carboxy prothrombin, Alpha-l-fucosidase (AFU), Glypican-3 (GPC3), Squamous cell carcinoma antigen (SCCA), Golgi protein 73, Hepatocyte growth factor (HGF), Transforming growth factor-beta 1 (TGF-b1), Vascular endothelial growth factor (VEGF), dan Proteomik serum serta biopsi.
Copyrights © 2025