Film sebagai produk budaya populer merupakan ruang representasi dinamika sosial, termasuk relasi kuasa yang dikonstruksikan melalui bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi bahasa dan representasinya terhadap identitas sosial serta kekuasaan dalam film animasi distopia Arab, "Alephia 2053". Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana sosiolinguistik, penelitian ini mengkaji bagaimana dialog antartokoh merefleksikan struktur sosial yang hierarkis. Data utama berasal dari transkripsi dialog film yang dianalisis menggunakan teori variasi bahasa Chaer (dari segi penutur, pemakaian, dan tingkat keformalan). Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh-tokoh yang memegang otoritas (rezim dan militer) secara konsisten menggunakan variasi bahasa yang formal, direktif, dan beku untuk menegaskan dominasi dan menciptakan jarak sosial. Sebaliknya, kelompok perlawanan menggunakan ragam konsultatif, santai, dan akrab untuk membangun solidaritas dan identitas kolektif. Temuan ini menyimpulkan bahwa pilihan variasi bahasa dalam film ini berfungsi sebagai arena pertarungan simbolis, di mana bahasa menjadi alat untuk melegitimasi hegemoni kekuasaan atau justru menjadi medium strategis untuk melakukan perlawanan.
Copyrights © 2025