Perkembangan pesat teknologi digital, khususnya media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, telah membuka peluang strategis bagi pelaku UMKM fashion lokal untuk memasarkan produk dan memperluas jangkauan pasar dengan biaya relatif rendah. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membangun merek dan meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi promosi melalui media sosial terhadap peningkatan penjualan produk fashion lokal, dengan fokus pada efektivitas konten visual, storytelling merek, kolaborasi dengan influencer, serta kampanye user-generated content (UGC). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus pada salah satu brand fashion lokal aktif di Instagram, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis netnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual seperti foto produk berkualitas tinggi dan video kreatif meningkatkan daya tarik dan jangkauan audiens. Kolaborasi dengan mikro-influencer lebih efektif dalam membangun kepercayaan dibandingkan dengan selebritas digital. Kampanye UGC juga terbukti meningkatkan engagement dan loyalitas konsumen. Kesimpulannya, promosi melalui media sosial secara signifikan berkontribusi pada peningkatan penjualan produk fashion lokal. Strategi digital marketing berbasis visual, narasi otentik, kolaborasi strategis, serta pelibatan konsumen secara aktif menjadi kunci keberhasilan. Pelaku UMKM disarankan untuk terus berinovasi, memanfaatkan analitik media sosial, dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen serta algoritma platform digital agar tetap kompetitif dalam era transformasi digital yang terus berkembang.
Copyrights © 2025