Pandemi COVID-19 memaksa pemerintah daerah menghadapi dilema antara menjaga kesehatan publik dan mempertahankan ekonomi lokal. Penelitian ini menganalisis kebijakan Pemerintah Daerah Jawa Timur dalam merespons pandemi dengan fokus pada keseimbangan aspek kesehatan dan ekonomi. Metode menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, data sekunder, dan wawancara terbatas dengan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan pemerintah menerapkan pembatasan mobilitas, kampanye protokol kesehatan, distribusi bantuan sosial, dan program pemulihan ekonomi untuk mendukung UMKM. Namun, pelaksanaan di lapangan menghadapi tantangan koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan resistensi masyarakat. Kebijakan bersifat adaptif mengikuti perkembangan pandemi, meski perlu perbaikan komunikasi risiko dan penguatan jejaring ekonomi lokal agar pemulihan berjalan inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami strategi pemerintah daerah menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi, serta rekomendasi penguatan respons kebijakan untuk meningkatkan ketahanan daerah pada masa mendatang.
Copyrights © 2025