Penelitian ini membahas fenomena dinasti politik dan dampaknya terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Melalui metode studi pustaka (library research), penelitian menemukan bahwa dinasti politik semakin menguat, terbukti dari meningkatnya jumlah kandidat kepala daerah dan anggota legislatif yang berasal dari keluarga politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik dinasti politik berdampak negatif pada demokrasi, antara lain membatasi partisipasi politik masyarakat, mempersempit regenerasi kepemimpinan, serta meningkatkan risiko korupsi, nepotisme, dan patronase. Selain itu, dinasti politik juga melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi dan memperkuat sistem oligarki. Tantangan lain yang diidentifikasi adalah maraknya politik uang, ketidaksetaraan akses informasi, serta rendahnya literasi politik masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi sistem demokrasi melalui regulasi anti-dinasti, penguatan partai politik yang demokratis, serta peningkatan pendidikan politik masyarakat. Dengan demikian, masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada upaya bersama untuk menciptakan sistem politik yang inklusif, transparan, dan akuntabel.
Copyrights © 2025