Kebocoran data BPJS Kesehatan pada tahun 2021 menjadi salah satu insiden keamanan informasi terbesar di Indonesia. Data sekitar 279 juta peserta yang mencakup NIK, nama lengkap, hingga informasi riwayat kesehatan dilaporkan dijual di forum daring. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengamanan data nasional masih memiliki celah yang cukup serius. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menelusuri lebih dalam penyebab kebocoran, dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat, dan sejauh mana kebijakan perlindungan data sudah diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mengambil sumber dari berita, jurnal, dan regulasi terkait. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa lemahnya kontrol akses, kurangnya edukasi keamanan siber, serta belum optimalnya penerapan standar seperti ISO 27001 menjadi faktor utama terjadinya insiden.
Copyrights © 2025