Studi ini menganalisis dampak perubahan infrastruktur transportasi di Jakarta terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan selama 2004–2023. Fokus utamanya adalah Transjakarta sebagai sistem BRT terbesar dunia dan integrasinya dengan MRT dan KRL melalui proyek JakLingko. Metode campuran digunakan, termasuk data sekunder dari BPS dan lembaga terkait. Transformasi ini mencakup pengenalan bus listrik, pembayaran digital, dan integrasi antarmoda. Hasil menunjukkan peningkatan PDRB hingga Rp3.442,98 triliun dengan pertumbuhan tahunan 6%, penurunan emisi CO2 sebesar 13,2 juta ton, serta efisiensi logistik dari 35% menjadi 24% dari PDB. Kini, sistem ini melayani lebih dari satu juta pengguna per hari dan memperluas akses wilayah marjinal. Meski demikian, tantangan masih ada, seperti ketimpangan (Gini 0,431), kebutuhan dana MRT (Rp2,5 triliun), ketergantungan bantuan asing (45%), dan rendahnya penggunaan transportasi umum (9,8%). Infrastruktur ini berdampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Copyrights © 2025