Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna bimbingan konseling bagi siswa yang pernah mengalami bullying melalui pendekatan studi fenomenologis berbasis kajian literatur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya dampak psikologis yang dialami siswa korban bullying, seperti ketakutan, penurunan harga diri, dan gangguan hubungan sosial. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah untuk mengidentifikasi pengalaman subjektif siswa serta peran bimbingan konseling dalam proses pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan konseling dimaknai siswa sebagai ruang aman, sarana pemulihan emosi, serta proses penemuan kembali jati diri yang terluka. Konselor dipandang sebagai figur pendamping yang membangun kembali kepercayaan dan motivasi siswa dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial. Kesimpulannya, bimbingan konseling memiliki nilai transformasional dalam membantu siswa bangkit dari trauma bullying.
Copyrights © 2025