Koperasi Bina Insaf Mandiri (BIM) beranggotakan eks narapidana terorisme yang bekerjasama dengan Perhutani dalam mengelola lahan produktif di Gunung Karang. Dalam menjalankan kegiatan pertanian, koperasi BIM menghadapi tantangan kenaikan harga pupuk dan konflik pemanfaatan lahan. Koperasi BIM menggagas inovasi penggunaan fly ash bottom ash dari limbah non B3 PT PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan sebagai media tanam FABA Organik (METAFORA). Melalui pendekatan sosial serta kontribusi konkret dalam bidang ekonomi dan lingkungan, CSR berperan dalam muwujudkan reintegrasi koperasi BIM melalui konservasi dan inovasi sosial berbasis pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengkaji strategi CSR yang diterapkan guna memahami efektivitasnya dalam upaya reintegrasi eks narapidana terorisme. Hasil penelitian menunjukkan Koperasi BIM berhasil menjalankan reintegrasi secara produktif melalui konservasi lingkungan di kawasan Gunung Karang. Koperasi BIM melakukan praktik budidaya kopi hingga tahap ke hilirisasi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan para anggotanya. Selain itu, koperasi BIM juga telah mengalami reorganisasi kelembagaan dengan memperluas basis keanggotaannya melalui pelibatan petani, langkah ini merepresentasikan pencapaian dalam aspek inklusivitas serta memperkuat keberlanjutan usaha koperasi. Demikian, proses ini menunjukkan bahwa eks narapidana terorisme dapat diterima kembali oleh masyarakat melalui kontribusi positif.
Copyrights © 2025