Edamame dapat tumbuh baik di daerah beriklim tropis dan subtropis dengan suhu hangat dan curah hujan yang relatif tinggi, sehingga cocok ditanam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Upaya memperbaiki produktivitas lahan gambut dilakukan dengan pemberian pupuk hayati yang mengandung mikroba bermanfaat, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif meningkatkan kesuburan tanah. Waktu aplikasi pupuk hayati memengaruhi efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Analisis pertumbuhan tanaman mengukur dinamika fotosintesis melalui produksi fotosintat. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial dengan tiga ulangan dan dua faktor: dosis pupuk hayati (D) pada taraf d1=50 Kg Ha-1, d2=75 Kg Ha-1, dan d3=100 Kg Ha-1 dan waktu aplikasi (W) pada taraf w2=2 dan 4 Minggu Setelah Tanam (MST) serta w2= 2, 4, dan 6 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai dosis dan waktu aplikasi saling berinteraksi memengaruhi analisis pertumbuhan dan komponen hasil edamame pada tanah gambut. Kombinasi dosis pupuk hayati 75 Kg Ha-1 dengan aplikasi pada 2 dan 4 MST memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan dan komponen hasil edamame pada tanah gambut.
Copyrights © 2025