Munculnya sebuah gerakan baru pasti melalui sejarah dan proses yang panjang dan terkait erat dengan konteks saat itu. Para pertapa pertama ingin menanggapi panggilan Tuhan untuk hidup seturut Injil. Monakisme Kristen turut dipengaruhi oleh dualisme Timur Tengah. Penarikan diri dari dunia yang ditandai dengan pakaian yang tampak aneh bahkan telanjang, tidak mandi, rambut acak-acakan dan memakai rantai besi di leher seperti terdapat di kalangan pertapa Syria merupakan pengaruh manikeisme. Spiritualitas monastik mencerminkan konsep atau teologi hidup kristiani. Satu-satunya tujuan hidup seorang pertapa adalah Allah yang kesatuan dengan-Nya dicari di padang gurun dengan doa dan praktik-praktik asketik. Hidup kristiani dipahami sebagai suatu pertumbuhan untuk sampai pada kesempurnaan. Seperti orang-orang pada masa itu, para pertapa yakin bahwa setan ada di mana-mana yang mengakibatkan malapetaka moral dan fisik. Menurut para pertapa itu, hidup kristiani bertumbuh dalam perang melawan sijahat.
Copyrights © 2025