Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Kota Ruteng, Nusa Tenggara Timur, meningkatkan kebutuhan akan angkutan umum yang memadai. Namun, keterbatasan jumlah armada dan kondisi kendaraan yang tidak layak menyebabkan layanan yang kurang efisien, khususnya pada rute Terminal Lando – Kota Ruteng. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan armada dan mengevaluasi kelayakan finansial pengadaan armada baru. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan berdasarkan waktu sirkulasi dan headway, serta evaluasi finansial melalui proyeksi biaya operasional dan arus kas. Hasil menunjukkan kebutuhan ideal sebanyak 12 unit armada, meningkat dari 7 unit eksisting dengan load factor 1,07. Usulan penggunaan kendaraan Suzuki New Carry Pick Up dinilai sesuai secara teknis. Secara finansial, proyek tidak layak tanpa subsidi (NPV –Rp 3.224.726.661; BCR 0,42; IRR –9%), namun menjadi layak dengan subsidi tarif Rp 3.000 per penumpang (NPV Rp 1.019.847.225; BCR 1,79; IRR 10%). Dapat disimpulkan bahwa subsidi pemerintah serta pendekatan koperasi berperan penting dalam menjamin keberlanjutan layanan angkutan umum.
Copyrights © 2025