Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di seluruh dunia, dengan penyebab yang beragam mulai dari faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, hingga gangguan fungsi ginjal. Pengobatan hipertensi konvensional umumnya melibatkan penggunaan obat-obatan sintetis, namun pengobatan berbasis tanaman obat seperti seledri yang mengandung senyawa metabolit sekunder menunjukkan potensi yang menjanjikan. Dalam tinjauan sistematik ini, kami bertujuan untuk mengidentifikasi potensi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman obat yang memiliki efek anti-hipertensi dan mengeksplorasi mekanisme aksi biologis yang terlibat. Kajian literatur kandungan metabolit sekunder dan aktivitas anti-hipertensi Seledri berdasarkan radar chart analysis, serta Area Under Curve (AUC) untuk mengevaluasi potensi farmakologis secara kuantitatif berdasarkan parameter bioaktivitas. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa senyawa seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan saponin dalam seledri (Apium graveolens) memiliki potensi sebagai anti-hipertensi, yang berkontribusi melalui mekanisme vasodilatasi, peningkatan aktivitas antioksidan, serta penghambatan enzim pengatur tekanan darah seperti angiotensin-converting enzyme (ACE). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tanaman obat dan metabolit sekundernya dapat menjadi alternatif yang menjanjikan untuk terapi hipertensi yang lebih aman dan berbasis alami.
Copyrights © 2025