Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi perubahan iklim di kelas X SMA. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa soal two-tier multiple choice untuk mengukur lima indikator berpikir kritis: interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan penjelasan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 52 menjadi 79, dengan nilai N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Indikator inferensi mengalami peningkatan tertinggi (0,71), sedangkan analisis memiliki skor terendah (0,38). Pembelajaran berbasis masalah yang dilengkapi eksperimen sederhana, simulasi PhET, dan debat ilmiah kontekstual terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL merupakan strategi yang relevan untuk membekali siswa menghadapi isu global seperti perubahan iklim melalui pendekatan pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2025