Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Instrumen Asesmen Argumentasi Ilmiah Materi Laju Reaksi Ismiatul Zaroh; Muntholib Muntholib; Ridwan Joharmawan
Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia Vol 6 No 1 (2022): Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia
Publisher : Chemistry Education Department of Education and Teaching Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ojpk.v6i1.12191

Abstract

Scientific argumentation is a critical part of scientific practice that should be learned by learner in the science classroom. Scientific argumentation can deepen students' understanding and make their reasoning apparent. Integrating argumentation in instruction necessitates the availability of assessment instruments. This study aims to develop a scientific argumentation test and investigate students' argumentation skills on reaction rates. This study applied a research and development design to develop a scientific argumentation test followed by a survey on students' scientific argumentation skills. The analysis of the validity and reliability of the scientific argumentation test involved three experts and 199 high school students. Meanwhile, the survey on students' scientific argumentation skills involved 86 high school students. The expert panel gave an average score of 94.8% (very worthy) to the developed scientific argumentation test. The empirical analysis of the test shows that all items (9 essay items) were valid with reliability of 0.777. The survey showed that students' abilities in: making claims were moderate (56.59%), providing evidence were very weak (18.35%), and making explanations were also very weak (14.21%). The results of this study imply that learning strategies that can improve students' scientific argumentation skills are needed.
Higher Order Thinking Skills and Visual Representations of Chemical Concepts: A Literature Review Mudzuna Quraisyah Basimin; Habiddin Habiddin; Ridwan Joharmawan
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 6 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i6.10173

Abstract

Efforts to assist students in understanding generally abstract chemical concepts are widely done using visual representations as a form of multiple representations in chemistry. This article evaluates and identifies articles from the year (2013-2023) through search engines that provide international services and national journal pages that can be accessed using 4 databases, namely, science direct, eric, google scholar, and crossref. Based on predefined criteria for the use of visual representation in chemistry to improve Higher Order Thinking Skills, 13 relevant articles were obtained. The results of the review show that visual representation can be utilized to train and improve higher-order thinking skills, especially critical, logical, reflective, metacognitive, and creative thinking. Visual representation has also been applied to several approaches or learning models such as Multiple Representation, Particulate Representation, 5R, SWH, Marzano's Taxonomy, Use of Concept Maps, and PcBL.
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan model pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar siswa SMP Negeri 1 Ngasem kelas VII mata pelajaran IPA Lestari, Dian Puji; Joharmawan, Ridwan Joharmawan; Purwati, Yuli
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v3i12023p12-18

Abstract

The learning currently carried out by teachers still generalizes all students, assuming that all students have the same abilities. The Merdeka Curriculum has great hopes of changing the education system in Indonesia to be more enjoyable and adapted to the circumstances of students in each school. One of the efforts in developing the concept of independent learning that is being launched in the current National Education System is differentiated learning (Fitra, 2022). This is in line with the Project Based Learning model which has an end goal in the form of a project. According to a literature review conducted by Wahyuni (2020), differentiated learning can be integrated with several learning models such as Problem Based Learning, Blended Learning's Station Rotation, Project Based Learning and pay attention to students' learning styles. This study aims to improve the learning outcomes of students of SMP Negeri 1 Ngasem using differentiated learning with the Project Based Learning model in science subjects. The type of research conducted uses class action research or continuous experimentation. The instrument for measuring learning outcomes consists of 10 multiple choice questions. The analysis was carried out using quantitative descriptive analysis. The results of the research that has been done show an increase in the completeness of student learning outcomes in each cycle. Learning in Cycle 2 there was an increase in learning outcomes accompanied by an increase in the percentage of completeness that reached the target of the Collaborative PTK completeness criteria.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) terhadap Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Arief A, Mochamad; Joharmawan, Ridwan; Yulistiadi, Gaguk
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i12025p189-196

Abstract

Permasalahan yang ada pada Siswa kelas 7.2 yaitu model pembelajaran yang masih sering menggunakan model ceramah ataupun masih menggunakan cara mengajar yang konvensional yang mengakibatkan siswa merasa bosan disaat pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di kelas 7 SMPN 30 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain terkontrol pretest-posttest. Sampel penelitian yang digunakan (PTK) penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. 1 siklus dilakukan sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan PjBL dan 1 siklus kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, tes, wawancara dan dokumentasi. pada pembelajaran suhu dan kalor melalui model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam hal motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Temuan ini mengidikasikan bahwa penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) secara efektif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta hasil belajar mereka. Kajian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian yang lebih komprehensif yang mencakup jumlah sekolah dan subjek penelitian yang lebih banyak agar diperoleh generalisasi lebih kuat mengenai pengaruh PjBL terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.
ANALISIS KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERINTEGRASI STEM PADA MATERI FISIKA FLUIDA STATIS Nur Rizka Faridhatul Qhusna; Ridwan Joharmawan; Yayuk Wijayati
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi pra-penelitian di SMAN 6 Malang, menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik masih tergolong rendah terutama pada mata pelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganaisis tingkat keaktifan belajar peserta didik SMA dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi STEM pada pembelajaran fisika materi fluida statis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitataif. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan observasi kepada 31 subjek penelitian dari kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 6 Malang dan wawancara kepada 10 peserta didik terkait model pembelajaran yang diterapkan dengan kriteria 5 peserta didik dengan keaktifan tinggi dan 5 peserta didik dengan keaktifan rendah. Analisis data keaktifan belajar dilakukan dengan cara, data keaktifan belajar peserta didik yang telah diperoleh, dinilai menggunakan kriteria skor setiap indikator keaktifan belajar. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran dengan mengguanakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi STEM mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik, dengan jabaran perolehan hasil presentase rata-rata sebesar 77,20 % yang artinya masuk dalam kategori sangat aktif.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Hasil Belajar melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Perubahan Iklim Fitrianingsih, Azizah; Joharmawan, Ridwan; Anggriawan, Brian
Edukimia Vol 7, No 2 (2025): Edukimia - Vol. 07, Issue 02
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ekj.v7.i2.a601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi perubahan iklim di kelas X SMA. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa soal two-tier multiple choice untuk mengukur lima indikator berpikir kritis: interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan penjelasan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 52 menjadi 79, dengan nilai N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Indikator inferensi mengalami peningkatan tertinggi (0,71), sedangkan analisis memiliki skor terendah (0,38). Pembelajaran berbasis masalah yang dilengkapi eksperimen sederhana, simulasi PhET, dan debat ilmiah kontekstual terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL merupakan strategi yang relevan untuk membekali siswa menghadapi isu global seperti perubahan iklim melalui pendekatan pembelajaran abad ke-21.
Implementasi Model Pembelajaran Project-Based Learning Pengolahan Limbah Praktikum Asam Basa untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Hany Enggar Listyana; Ridwan Joharmawan; Brian Anggriawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2806

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar peserta didik pada materi pengolahan limbah praktikum asam-basa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test. Sejumlah 19 peserta didik kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Malang sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi keterampilan kolaborasi, tes pre-test dan post-test, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya skor rata-rata keterampilan kolaborasi dari kategori sedang ke tinggi, serta N-Gain hasil belajar dengan rata-rata 0,5 yang termasuk kategori sedang. Wawancara mendalam memperkuat temuan kuantitatif dengan menggambarkan bagaimana peserta didik aktif, reflektif, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Penemuan ini menunjukkan bahwa model PjBL tidak hanya mampu meningkatkan pemahaman konsep kimia, namun juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif peserta didik dalam pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan bermakna mendalam sesuai tuntutan kurikulum.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Ditinjau dari Hasil Belajar dalam Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada Materi Hukum-Hukum Dasar Kimia anggarwati, marisa lidia; Joharmawan, Ridwan; Anggriawan, Brian
Edukimia Vol 7, No 2 (2025): Edukimia - Vol. 07, Issue 02
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ekj.v7.i2.a599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis peserta didik ditinjau dari hasil belajar dalam pembelajaran berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) pada materi Hukum-Hukum Dasar Kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi melalui analisis lembar kerja peserta didik (LKPD), observasi pembelajaran, dan wawancara mendalam. Instrumen berupa rancangan pembelajaran, LKPD, dan tes hasil belajar telah divalidasi dan mendapatkan kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan hasil belajar tinggi menguasai lima indikator berpikir kritis, peserta didik dengan hasil belajar sedang menguasai empat indikator, dan peserta didik dengan hasil belajar rendah menguasai dua indikator berpikir kritis. Pembelajaran berbasis POGIL mendorong peserta didik untuk terlibat aktif, berpikir analitis, dan menghubungkan konsep-konsep kimia dengan konteks nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan LKPD berbasis POGIL efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik pada materi yang bersifat abstrak seperti hukum-hukum dasar kimia.
Implementasi Model Pembelajaran Project-Based Learning Pengolahan Limbah Praktikum Asam Basa untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Hany Enggar Listyana; Ridwan Joharmawan; Brian Anggriawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2806

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar peserta didik pada materi pengolahan limbah praktikum asam-basa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test. Sejumlah 19 peserta didik kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Malang sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi keterampilan kolaborasi, tes pre-test dan post-test, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya skor rata-rata keterampilan kolaborasi dari kategori sedang ke tinggi, serta N-Gain hasil belajar dengan rata-rata 0,5 yang termasuk kategori sedang. Wawancara mendalam memperkuat temuan kuantitatif dengan menggambarkan bagaimana peserta didik aktif, reflektif, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Penemuan ini menunjukkan bahwa model PjBL tidak hanya mampu meningkatkan pemahaman konsep kimia, namun juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif peserta didik dalam pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan bermakna mendalam sesuai tuntutan kurikulum.
Peningkatan Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa SMA pada Hukum Dasar Kimia melalui Learning Cycle 5E: Penelitian Ismiatul Zaroh; Ridwan Joharmawan; Brian Anggriawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3191

Abstract

This study examines the effectiveness of the 5E Learning Cycle model in improving students' learning outcomes and scientific argumentation skills, including claims, evidence, and reasoning. The research method used was descriptive quantitative with 26 students of grade X-2 participating. Data were collected through pretests and posttests of learning outcomes and argumentation assessments during two learning cycles. The results showed that 73.1% of students experienced an increase in argument quality, 11.5% remained the same, and 15.4% experienced a decrease. The N-Gain value for cognitive learning outcomes was 0.56, which is included in the moderate category. Interviews showed that students with improved argumentation felt more engaged and challenged in learning, while students with decreased argument quality experienced difficulties in articulating reasoning and integrating evidence. These findings indicate that the 5E LC model is effective in improving students' learning outcomes and scientific argumentation skills, although additional support in the form of explicit argument scaffolding is needed to help all students develop these abilities optimally.