Status gizi anak diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan nutrisi, yang ditandai dengan berat badan sesuai umur. Selain itu, status gizi pada balita berperan penting dalam menentukan kapasitas fisik saat usia dewasa. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi gizi balita adalah pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hubungan pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analitik observasi korelatif dengan pendekatan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jati Kabupaten Kudus. Pada penelitian ini mengamati hubungan pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi pada balita di wilayah Puskesmas Jati Kabupaten Kudus. Pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling sebanyak 63 responden.Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan analisa univariat serta analisa bivariat menggunakan uji spearman rho,dimana hasil dianggap signifikan menunjukan p-value = 0,001 yang berarti p<0,05 untuk mengidentifikasi hubungan statistik antar variabel bebas pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dan variabel terkait status gizi balita. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 63 responden ibu bekerja sejumlah 45 responden, dimana paling banyak kategorinya adalah memiliki anak dengan gizi baik sejumlah 40 responden (88.9%) dibanding dengan gizi kurang, dan gizi lebih. Sedangkan dari 18 responden ibu yang tidak bekerja diketahui juga lebih banyak memiliki anak dengan gizi baik sejumlah 16 responden (88.9%) dibanding dengan gizi kurang, dan gizi lebih.Hasil uji p value=0,000 yang berarti <0,05.Dan hasil penelitian pendapatan keluarga > 2 juta sejumlah 48 responden dimana paling banyak kategorinya adalah memiliki anak dengan gizi baik sejumlah 42 responden (87.5%) dibanding dengan gizi kurang, dan gizi lebih. Sedangkan dari 14 responden pendapatan keluarga < 2 juta diketahui juga lebih banyak gizi baik sejumlah 14 responden (93.3%) dibanding gizi kurang, dan gizi lebih.Hasil uji p value=0,000 yang berarti <0,05.Dan dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi pada balita.Penelitian ini diharapkan agar mengetahui pentingnya untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan edukasi pemilihan makanan yang bernutrisi untuk anak, agar status gizi anak terjaga.
Copyrights © 2025