Tradisi Mangokal Holi pada masyarakat Batak Simalungun merupakan ritual adat pemindahan tulang belulang leluhur dari makam lama ke tugu keluarga sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan, dan reuni simbolis antar kerabat. Ritual ini memiliki makna budaya dan spiritual yang kuat dan berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ikatan kekerabatan, melestarikan nilai-nilai leluhur, dan melegitimasi status sosial dalam struktur adat Simalungun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembentukan dan pelaksanaan Mangokal Holi, serta mengidentifikasi nilai-nilai sosial, sejarah dan budaya yang terkandung di dalam tradisi tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mangokal Holi tidak hanya berfungsi sebagai ritual penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai sarana reproduksi nilai-nilai sosial, solidaritas marga, dan pelestarian memori kolektif. Meskipun telah mengalami transformasi makna akibat pengaruh agama Kristen, esensi dari ritual ini masih bertahan dalam bentuk adaptasi simbolik dan kontekstual. Tradisi ini sangat penting sebagai sumber pengetahuan sejarah dan penguat karakter budaya lokal, terutama bagi generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian Mangokal Holi menjadi penting tidak hanya sebagai warisan budaya takbenda, tetapi juga sebagai alat pembentuk identitas sosial masyarakat Simalungun dalam menghadapi tantangan zaman.
Copyrights © 2025