Penilaian risiko banjir di daerah aliran sungai urban tropis dengan data terbatas memerlukan pendekatan terpadu. Penelitian ini menggabungkan model hidrologi HEC-HMS dan model hidraulik HEC-RAS untuk mensimulasikan debit puncak dan luas genangan banjir di DAS Wae Ruhu. Data curah hujan selama 10 tahun digunakan untuk memperoleh hujan rencana melalui analisis frekuensi Gumbel. Debit puncak dari HEC-HMS menjadi input untuk simulasi 1D saluran terbuka dalam HEC-RAS. Hasil menunjukkan bahwa debit puncak meningkat dari 14,7 m³/s (Q2) menjadi 65,4 m³/s (Q100) dan menghasilkan genangan seluas 13,10–17,44 hektar. Area terdampak dominan berada di wilayah tengah dan hilir DAS. Model ini menunjukkan efektivitasnya dalam memberikan dasar ilmiah untuk mitigasi banjir.
Copyrights © 2025