Kegiatan study tour merupakan salah satu program pembelajaran luar kelas yang bertujuan memperkaya wawasan dan pengalaman peserta didik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah termasuk Kota Tangerang Selatan mengeluarkan kebijakan pelarangan study tour karena mempertimbangkan faktor keselamatan, efisiensi biaya, dan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan alasan di balik kebijakan larangan tersebut serta respons dari berbagai pihak seperti sekolah, orang tua, dan peserta didik. Meskipun menuai pro dan kontra, kebijakan ini membawa dampak positif dalam mengurangi beban ekonomi orang tua dan mencegah terjadinya risiko dalam kegiatan wisata pelajar.
Copyrights © 2025