Pembelajaran matematika berperan krusial dalam membentuk pola pikir kritis, logis, dan sistematis peserta didik. Di SD Negeri 3 Ulakan, rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV mendorong penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan permainan ular tangga. Penelitian kuantitatif pre‑eksperimental ini menggunakan desain one‑group pre‑test post‑test terhadap 30 siswa. Instrumen berupa tes hasil belajar, observasi, dan wawancara, sedangkan analisis data memakai uji t berpasangan melalui SPSS 26.0. Nilai rata‑rata pre‑test sebesar 44 meningkat menjadi 75 pada post‑test. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2‑tailed) 0,000 < 0,05, sehingga H₁ diterima dan H₀ ditolak. Hasil tersebut menegaskan adanya pengaruh signifikan penggunaan model kooperatif STAD berbasis media ular tangga terhadap peningkatan hasil belajar matematika. Keterlibatan aktif siswa dalam tim, kesempatan berdiskusi, serta unsur permainan kontekstual diduga meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep. Temuan ini merekomendasikan pendidik untuk mengintegrasikan pendekatan kooperatif inovatif dan media permainan edukatif serupa guna memfasilitasi penemuan konsep, kerja sama, dan pemecahan masalah secara menyenangkan. Selain meningkatkan kognitif, strategi ini berpotensi mengembangkan keterampilan sosial dan kreativitas peserta didik, sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari‑hari. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variabel afektif, durasi perlakuan yang lebih lama, serta perbandingan dengan model kooperatif lain untuk memantapkan generalisasi temuan pada beragam karakteristik siswa berbeda.
Copyrights © 2025