Perkembangan teknologi informasi mendorong peningkatan kualitas layanan publik, termasuk dalam pengelolaan sistem antrean pada pelayanan administrasi kependudukan, khususnya di tingkat desa. Sistem antrean yang masih berjalan secara manual sering menghadapi permasalahan seperti ketidakpastian waktu tunggu dan kesalahan dalam pengolahan data. Penelitian ini mengembangkan sistem antrean berbasis web dengan menerapkan algoritma Shortest Job First (SJF) untuk menentukan urutan pemrosesan pengajuan surat berdasarkan estimasi waktu pengerjaan. Untuk menjaga keadilan antrean, diterapkan mekanisme aging agar permohonan yang telah menunggu lama memperoleh prioritas lebih tinggi. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan Agile yang mendukung penyesuaian kebutuhan pengguna secara fleksibel dan memungkinkan proses pengembangan berkelanjutan melalui enam tahap: Requirement, Design, Development, Testing, Deployment, dan Review. Pengujian dilakukan menggunakan Black-box testing untuk fungsionalitas sistem dan System Usability Scale (SUS) untuk menilai kemudahan penggunaan. Hasil pengujian Black-box testing menunjukkan bahwa seluruh fitur berfungsi dengan baik untuk tiga kategori pengguna: penduduk, administrator, dan kepala desa. Pengujian SUS menghasilkan skor 78,25, yang termasuk kategori Good dan Acceptable. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode dan algoritma yang digunakan berkontribusi terhadap pengembangan sistem antrean pelayanan administrasi kependudukan yang lebih efisien dan adaptif.
Copyrights © 2025