Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mahasiswa membentuk konsep diri mereka selama mengikuti program “Kampus Mengajar Dua” serta menelaah efektivitas peran mereka sebagai komunikator dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Terdapat lima informan yang dilibatkan, yaitu Fadli, Tari, Fatimah, Timotius, dan Avrida. Penelitian ini didasari oleh sejumlah teori, antara lain teori komunikasi, peran komunikator, konsep diri, komunikasi dalam pendidikan, strategi komunikasi pembelajaran, pola interaksi komunikasi dalam kegiatan belajar-mengajar, serta prinsip kesantunan dalam komunikasi pendidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkap bahwa kelima informan memiliki konsep diri yang positif, yang terbentuk dari dua faktor utama: faktor internal (diri sendiri) dan faktor eksternal (lingkungan sekitar). Masing-masing informan telah memahami identitas pribadi mereka, termasuk potensi, karakter, dan kondisi fisik, sehingga mampu menunjukkan kepercayaan diri dan eksistensi secara aktif dalam kegiatan mengajar di sekolah. Faktor lingkungan juga terbukti berkontribusi besar dalam memperkuat konsep diri mereka. Strategi komunikasi yang diterapkan lebih banyak berbentuk komunikasi langsung (tatap muka), yang membangun kedekatan emosional dan komunikasi efektif antara seluruh pihak yang terlibat dalam program Kampus Mengajar Dua. Dengan demikian, baik faktor individu maupun lingkungan memainkan peran penting dalam proses pembentukan konsep diri para peserta.
Copyrights © 2025