Peningkatan derajat kesehatan dapat dilakukan dalam promotif, pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif). Makanan bernutrisi menjadi salah satu upaya preventif terhadap kejadian penyakit. Nutraseutikal merupakan nutrisi pada pangan yang memiliki manfaat secara farmakologi ketika dijadikan konsumsi. Oleh sebab itu artikel ini akan membahas aspek farmakologi pada kesehatan pada nutraseutikal serta peran apoteker pada penggunaannya. Review dilakukan pada artikel yang terdapat pada database Google scholar yang muncul dari hasil pencarian terkait nutraseutikal kemudian dilakukan screening dan dipilah berdasarkan judul dan abstrak lalu hasil review disajikan dalam bentuk narasi. Secara garis besar nutraseutikal dibedakan menjadi dua jenis yakni nutraseutikal tradisional dan non-tradisional. nutraseutikal tradisional bersumber dari organisme probiotik, enzim, dan senyawa kimia berupa nutrien dan metabolit hewan tumbuhan. Sementara senyawa non tradisional dapat bersumber dari pangan fortifikasi maupun pangan rekombinan. Berdasarkan hasil penelusuran menunjukkan banyaknya aktivitas antioksidan yang berpotensi mencegah stres oksidatif. Selain itu, berdasarkan hasil review tanaman hasil rekayasa genetik dapat meningkatkan konsentrasi nutraseutikal. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa peran apoteker akan semakin dibutuhkan dalam penggunaan nutraseutikal khususnya pada pengembangan dan penjaminan mutu produk, pemberi KIE agar obat dapat digunakan dengan tepat oleh konsumen, serta merancang regulasi. Kata kunci: Nutraseutikal, Nutrien, Farmakologi, dan Apoteker.
Copyrights © 2024