Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dongeng sebagai media pendidikan karakter dalam kegiatan pengabdian masyarakat serta menyusun kerangka model adaptif berbasis kearifan lokal. Metode penelitian menggabungkan analisis tematik terhadap 30 dongeng dari Kumpulan Dongeng Profil Pelajar Pancasila, eksperimen role-play lintas budaya, dan uji eye-tracking untuk mengukur retensi visual. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan culturally responsive storytelling meningkatkan kemampuan moral reasoning peserta tentang toleransi lintas budaya. Integrasi teknologi seperti augmented reality dalam pilot project meningkatkan interaksi anak. Temuan ini mengonfirmasi bahwa dongeng berpotensi menjadi alat dinamis untuk internalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama melalui adaptasi konteks lokal dan metode partisipatif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul pelatihan relawan berbasis cultural mapping dan integrasi teknologi untuk memperluas dampak program literasi budaya.
Copyrights © 2025