Rendahnya minat baca dan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan masih menjadi tantangan utama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi praktik partisipatif dalam penguatan budaya membaca melalui program pojok baca berbasis komunitas di SD Negeri Suanae. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dengan melibatkan guru, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Subjek penelitian terdiri atas 58 siswa, 10 guru, dan 25 orang tua. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan observasi, lalu dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan minat baca siswa, dari 20% menjadi 85% dalam waktu tiga bulan. Selain itu, ditemukan peningkatan keterlibatan orang tua dalam kegiatan membaca di rumah, serta terbentuknya dinamika kolaboratif antara sekolah dan komunitas. Program ini terbukti efektif dalam menciptakan ruang baca yang menyenangkan, relevan dengan konteks lokal, dan berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan replikasi program serupa dengan adaptasi terhadap karakteristik sosial dan geografis masing-masing daerah.
Copyrights © 2025