Masalah yang ditemukan pada proses dalam menentukan seorang kepala bidang perencanaan produksi adalah belum adanya sebuah sistem cerdas yang dapat melakukan penilaian secara cepat, tepat dan akurat berdasarkan dengan kriteria yang telah ditentukan sehingga menimbulkan waktu yang cukup lama untuk menilai calon kandidat secara satu- persatu serta terkadang sistem menajemen yang masih bersifat subjektif atau kekeluargaan dalam pemilihan yang membuat kemungkinan adanya hasil keputusan yang tidak tepat, padahal posisi ini tidak bisa diisi oleh sembarang orang. Maka dari itu dibangunlah sebuah Sistem Pendukung Keputusan yang dapat melakukan penilaian dalam pemilihan kepala bidang perencanaan produksi. Sistem ini nantinya akan dikombinasikan dengan metode MOORA sebagai metode komputasi. Metode MOORA adalah sebuah metode yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dalam SPK. Metode yang relatif baru ini pertama kali digunakan oleh Brauers dalam suatu pengambilan dengan multi-kriteria. Metode ini memiliki tingkat selektifitas yang baik karena dapat menentukan tujuan dari kriteria yang bertentangan. Dimana kriteria dapat bernilai menguntungan (benefit) atau yang tidak menguntungkan (cost). Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah sistem pendukung keputusan yang akan memberikan output (keluaran) berupa urutan dari alternatif yang paling diprioritaskan untuk menjadi seorang kepala bidang perencanaan produksi, mulai dari nilai yang tertinggi hingga terendah dalam bentuk perangkingan serta diharapkan dapat membantu pihak PT. Bridgestone Sumatera Utara terkait pemilihan seorang kepala bidang perencanaan produksi.
Copyrights © 2025