Desa Wonolelo di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan melalui destinasi Jalan Tol Kahyangan. Namun, dalam pengelolaannya, BUMDes "Mekar Sembada Mulya" masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pencatatan keuangan yang belum sistematis dan minimnya pemahaman tentang manajemen keuangan berbasis digital. Permasalahan ini menghambat optimalisasi pendapatan dan keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata tersebut. Menanggapi hal tersebut, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan manajemen keuangan digital bagi pengelola BUMDes. Program pengabdian masyarakat ini dirancang guna memperluas pemahaman masyarakat dalam literasi keuangan dan keterampilan manajemen keuangan di BUMDes "Mekar Sembada Mulya", khususnya dalam pengelolaan kawasan wisata Jalan Tol Kahyangan. Melalui program pelatihan berbasis perangkat lunak akuntansi, peserta dilatih untuk memahami dasar-dasar akuntansi dan penggunaan teknologi dalam pencatatan keuangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, yang mencakup penilaian kuantitatif pra dan pasca pembinaan serta interviu kualitatif dengan partisipan dan pemangku kepentingan. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan yang substansial dalam pemahaman akuntansi serta penggunaan perangkat lunak, serta umpan balik positif mengenai relevansi materi pelatihan. Meskipun demikian, tantangan dalam pengelolaan kegiatan pariwisata masih perlu diatasi. Rekomendasi untuk keberlanjutan praktik manajemen keuangan yang baik mencakup pelatihan tindak lanjut dan pengembangan modul yang lebih spesifik. Kegiatan ini berpotensi menjadi contoh bagi inisiatif sejenis di daerah lain, mendukung pengelolaan dana desa yang lebih efektif. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah desa lain untuk mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih transparan dan akuntabel.
Copyrights © 2025