Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi efektif berbasis gender dalam interaksi layanan publik di Kantor Camat Solok Selatan. Layanan publik yang responsif terhadap kesetaraan gender menjadi elemen penting dalam mewujudkan pelayanan yang adil, inklusif, dan berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aparatur telah menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam berinteraksi dengan masyarakat, penerapan komunikasi yang sensitif gender masih belum optimal. Perbedaan pendekatan komunikasi terhadap pengguna layanan laki-laki dan perempuan masih ditemukan, yang mencerminkan adanya bias tidak sadar. Selain itu, belum tersedianya pelatihan formal dan pedoman teknis mengenai komunikasi berbasis gender menjadi kendala utama. Temuan ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan komunikasi inklusif, penyusunan SOP berbasis gender, serta evaluasi layanan yang mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan pengguna dari perspektif gender.
Copyrights © 2025