Industri Bank Perkreditan Rakyat menghadapi banyak tantangan, termasuk tingginya kredit bermasalah, pengelolaan yang kurang profesional, dan tekanan regulasi baru dari OJK. Beberapa BPR bahkan kehilangan izin operasionalnya karena masalah internal dan eksternal. Untuk bertahan, BPR perlu menerapkan manajemen strategis yang baik, termasuk pendekatan GRC. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Strategi GRC di PT BPR Bank Daerah Gunungkidul pasca POJK No. 9 Tahun 2024 diterapkan melalui tiga tahap: perencanaan (revisi kebijakan dan penguatan pengawasan), pelaksanaan (pembentukan tim internal, penggunaan ERP, dan pelatihan karyawan), serta evaluasi triwulanan untuk memastikan kepatuhan, transparansi, dan pengelolaan risiko yang efektif. 2) PT BPR Bank Daerah Gunungkidul menerapkan strategi GRC pasca POJK No. 9 Tahun 2024 dengan mengintegrasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan untuk meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan. Sistem ERP digunakan untuk memantau risiko secara real-time, sementara kebijakan anti-fraud dan audit internal memperkuat kepercayaan stakeholder.
Copyrights © 2025