Salah satu tantangan stabilitas lereng pada proyek jalan Kretek-Girijati di Yogyakarta dipicu oleh topografi yang curam dan adanya rembesan air pada permukaan lereng. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menganalisis efektivitas metode perkuatan soil nailing, yang bekerja dengan memasang batang baja untuk meningkatkan kekuatan geser tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng eksisting tidak aman dengan angka keamanan (FS) sebesar 1,0683 dan akibat pengaruh hujan angka keamanan mengalami penurunan akibat meningkatnya tekanan air pori sehingga diperoleh FS sebesar 1,0583. Setelah penerapan perkuatan soil nailing, stabilitas lereng meningkat secara signifikan. Dari berbagai variasi kemiringan yang diuji, inklinasi 20° terbukti paling optimal, dengan menghasilkan FS sebesar 1,5928 pada kondisi normal dan 1,5730 saat dipengaruhi hujan, sehingga memenuhi standar keamanan yang disyaratkan.
Copyrights © 2025