Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Geosynthetic Encased-Recycled Concrete Column (GERCC) sebagai Vertical Drain dalam Perbaikan Tanah Lunak Aulia Hanna Hapsari; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak sering menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur karena membutuhkan waktu konsolidasi yang lama. Untuk mempercepat proses konsolidasi, metode perbaikan tanah seperti vertical drain banyak digunakan. Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, Geosynthetic-Encased Recycled Concrete Column (GERCC) hadir sebagai inovasi material ramah lingkungan dengan memanfaatkan bongkaran beton daur ulang yang dibungkus geosintetik dan berfungsi sebagai vertical drain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas GERCC dalam mempercepat konsolidasi tanah lunak menggunakan pendekatan numerik, berbasis finite element method (FEM). Variasi yang dikaji meliputi jarak antar kolom (2D, 2,5D, 3D, dan 4D, dengan D adalah diameter GERCC) serta diameter kolom (0,6 m, 1 m, 1,2 m, dan 1,5 m), dengan mempertimbangkan pengaruh smear zone sebagai faktor yang memengaruhi permeabilitas radial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mampu meningkatkan efisiensi konsolidasi secara signifikan. Konfigurasi paling optimal diperoleh pada jarak antar kolom sebesar 2D, yang mampu mereduksi waktu konsolidasi hingga kurang lebih 85% dibandingkan kondisi tanpa perbaikan. Kata kunci: konsolidasi, vertical drain, Geosynthetic Encased-Recycled Concrete Column (GERCC), Finite Element Method (FEM), smear zone
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing Akibat Pengaruh Hujan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas (Studi Kasus: Proyek Jalan Kretek – Girijati, Yogyakarta) Afham Arsanto Pratama; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan stabilitas lereng pada proyek jalan Kretek-Girijati di Yogyakarta dipicu oleh topografi yang curam dan adanya rembesan air pada permukaan lereng. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menganalisis efektivitas metode perkuatan soil nailing, yang bekerja dengan memasang batang baja untuk meningkatkan kekuatan geser tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng eksisting tidak aman dengan angka keamanan (FS) sebesar 1,0683 dan akibat pengaruh hujan angka keamanan mengalami penurunan akibat meningkatnya tekanan air pori sehingga diperoleh FS sebesar 1,0583. Setelah penerapan perkuatan soil nailing, stabilitas lereng meningkat secara signifikan. Dari berbagai variasi kemiringan yang diuji, inklinasi 20° terbukti paling optimal, dengan menghasilkan FS sebesar 1,5928 pada kondisi normal dan 1,5730 saat dipengaruhi hujan, sehingga memenuhi standar keamanan yang disyaratkan.
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Jarak dan Jumlah Kolom DSM Diameter 2,54 cm terhadap Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal Shofa, Ghaitsa; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi tanah di Indonesia sangat bervariasi. Dalam kondisi tanah lunak, diperlukan teknik perkuatan pondasi untuk meningkatkan stabilitas dan daya dukungnya. Salah satu perkuatan yang dapat dilakukan adalah Deep Soil Mixing (DSM). Penelitian ini dilakukan menggunakan model laboratorium metode DSM dengan variasi jarak antar kolom DSM sebesar 1D, 1.25D, dan 1.5D serta variasi jumlah kolom sebanyak 1 kolom, 2 kolom, dan 4 kolom. Pengujian pembebanan dilakukan menggunakan pelat berukuran 6x6 cm dan 10x10 cm. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa kapasitas daya dukung tanah meningkat sesuai dengan bertambahnya jumlah kolom serta semakin rapat jarak antar kolom DSM. Pada pengujian pelat 6x6 cm, variasi 4 kolom jarak 1D menghasilkan nilai qu terbesar dengan nilai 0,466 kg/cm2 serta BCI sebesar 190,99%. Untuk pengujian pelat 10x10 cm, variasi 4 kolom jarak 1D menghasilkan nilai qu terbesar senilai 0,398 kg/cm2 dan BCI sebesar 81,40%.
Perencanaan Pondasi Tiang Pancang dengan Steel Pipe Pile pada Struktur Vertical Vessel (Studi Kasus : PT Kilang Pertamina Internasional) Muttaqin, Rafa Khayum; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.; Ir. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pondasi vertical vessel pada fasilitas kilang minyak menghadapi tantangan beban besar dan momen guling tinggi pada kondisi tanah lunak dengan nilai SPT < 10 yang membatasi kapasitas lateral tiang, sehingga konfigurasi tiang konvensional menjadi tidak efisien karena membutuhkan jumlah tiang yang besar untuk memenuhi kriteria defleksi dan penurunan layan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja pondasi steel pipe pile sebagai alternatif terhadap concrete spun pile melalui pendekatan optimasi desain. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan analitis dan LPILE untuk tiang tunggal, GROUP untuk grup tiang, serta PLAXIS 3D untuk evaluasi penurunan. Hasil menunjukkan bahwa pada konfigurasi identik 8×8, steel pipe pile mampu mereduksi defleksi lateral sebesar 22% dan penurunan total sebesar 13%, sehingga memungkinkan optimasi konfigurasi menjadi 7×7 dengan pengurangan jumlah tiang sebesar 23.44%, di mana defleksi lateral tetap berada di bawah batas layan 12 mm dan penurunan total menurun sekitar 14%. Meskipun memberikan peningkatan kinerja struktural, penggunaan steel pipe pile memiliki implikasi biaya yang lebih tinggi dibandingkan spun pile, sehingga pemilihannya perlu dipertimbangkan sebagai trade-off antara efisiensi teknis dan konsekuensi ekonomi dalam perencanaan pondasi.