Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Geosynthetic Encased-Recycled Concrete Column (GERCC) sebagai Vertical Drain dalam Perbaikan Tanah Lunak Aulia Hanna Hapsari; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak sering menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur karena membutuhkan waktu konsolidasi yang lama. Untuk mempercepat proses konsolidasi, metode perbaikan tanah seperti vertical drain banyak digunakan. Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, Geosynthetic-Encased Recycled Concrete Column (GERCC) hadir sebagai inovasi material ramah lingkungan dengan memanfaatkan bongkaran beton daur ulang yang dibungkus geosintetik dan berfungsi sebagai vertical drain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas GERCC dalam mempercepat konsolidasi tanah lunak menggunakan pendekatan numerik, berbasis finite element method (FEM). Variasi yang dikaji meliputi jarak antar kolom (2D, 2,5D, 3D, dan 4D, dengan D adalah diameter GERCC) serta diameter kolom (0,6 m, 1 m, 1,2 m, dan 1,5 m), dengan mempertimbangkan pengaruh smear zone sebagai faktor yang memengaruhi permeabilitas radial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mampu meningkatkan efisiensi konsolidasi secara signifikan. Konfigurasi paling optimal diperoleh pada jarak antar kolom sebesar 2D, yang mampu mereduksi waktu konsolidasi hingga kurang lebih 85% dibandingkan kondisi tanpa perbaikan. Kata kunci: konsolidasi, vertical drain, Geosynthetic Encased-Recycled Concrete Column (GERCC), Finite Element Method (FEM), smear zone
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing Akibat Pengaruh Hujan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas (Studi Kasus: Proyek Jalan Kretek – Girijati, Yogyakarta) Afham Arsanto Pratama; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan stabilitas lereng pada proyek jalan Kretek-Girijati di Yogyakarta dipicu oleh topografi yang curam dan adanya rembesan air pada permukaan lereng. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menganalisis efektivitas metode perkuatan soil nailing, yang bekerja dengan memasang batang baja untuk meningkatkan kekuatan geser tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi lereng eksisting tidak aman dengan angka keamanan (FS) sebesar 1,0683 dan akibat pengaruh hujan angka keamanan mengalami penurunan akibat meningkatnya tekanan air pori sehingga diperoleh FS sebesar 1,0583. Setelah penerapan perkuatan soil nailing, stabilitas lereng meningkat secara signifikan. Dari berbagai variasi kemiringan yang diuji, inklinasi 20° terbukti paling optimal, dengan menghasilkan FS sebesar 1,5928 pada kondisi normal dan 1,5730 saat dipengaruhi hujan, sehingga memenuhi standar keamanan yang disyaratkan.
Efektivitas Kolom Granular Berintikan Spesi dengan Variasi Jarak dan Diameter untuk Mempercepat Konsolidasi pada Tanah Lunak Martha Jessica Michiko Nugroho; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.; Ir. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan permeabilitas kecil sehingga membutuhkan waktu lama untuk mencapai kondisi stabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemasangan kolom granular berintikan spesi dalam mempercepat proses konsolidasi tanah lunak melalui variasi jarak dan diameter kolom. Analisis dilakukan menggunakan metode analitik dan numerik berbasis Finite Element Method (FEM) 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah lunak tanpa perbaikan mengalami penurunan besar dengan waktu konsolidasi yang sangat lama, yaitu 1455 hari pada metode numerik dan 1158 hari pada metode analitik. Penerapan kolom granular berintikan spesi terbukti mempercepat konsolidasi dan mengurangi penurunan. Variasi jarak antar kolom berpengaruh nyata terhadap efisiensi sistem, di mana jarak 2D memberikan hasil optimal dengan waktu konsolidasi 67,2 hari tanpa smear zone dan 93,58 hari dengan smear zone. Sementara itu, variasi diameter menunjukkan bahwa kolom berdiameter 1,2 m memberikan kinerja terbaik dengan waktu konsolidasi 80,65 hari tanpa smear zone dan 93,84 hari dengan smear zone. Adanya smear zone menurunkan permeabilitas radial sehingga sedikit memperlambat proses konsolidasi. Penelitian ini membuktikan bahwa kolom granular berintikan spesi tidak hanya berfungsi sebagai vertical drain, tetapi juga sebagai elemen struktural berupa kolom granular yang menambah kekakuan tanah. Dengan demikian, metode ini efektif dalam mempercepat konsolidasi dan mengurangi penurunan pada tanah lunak. Kata kunci: tanah lunak, kolom granular, spesi, konsolidasi, FEM 2D.