Abstract: This study aims to examine the influence of financial technology (fintech) utilization and financial literacy levels on access to financing among assisted Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Medan City. Employing a mixed-methods approach, data were collected through a survey of 330 respondents and in-depth interviews with selected MSME actors. Quantitative analysis was conducted using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data were analyzed thematically. The results indicate that both fintech and financial literacy positively and significantly affect access to financing. The coefficient of determination shows that these two variables explain 42.4% of the variance in financing access. The qualitative findings highlight major adoption barriers, including limited digital infrastructure, low digital literacy, and concerns over data security. This study also employs the Technology Readiness Index (TRI) framework to assess the psychological readiness of MSMEs in adopting technology. The findings suggest several policy implications, including the need for continuous digital literacy training, enhanced data protection, and stronger collaboration between local governments and fintech providers to establish a more inclusive and sustainable digital financial ecosystem. This research is part of a five-year roadmap to support the gradual digital transformation of MSMEs in the Medan region. Keyword: Fintech; Financial Literacy; Financing Access; Financial Inclusion; Medan City Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi finansial (fintech) dan tingkat literasi keuangan terhadap akses pembiayaan yang diperoleh oleh UMKM binaan di Kota Medan. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui survei terhadap 330 responden dan wawancara mendalam dengan pelaku UMKM terpilih. Analisis kuantitatif dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS), sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik fintech maupun literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap akses pembiayaan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 42,4% variasi dalam akses pembiayaan UMKM. Temuan kualitatif memperkuat bahwa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital, dan kekhawatiran terhadap keamanan data masih menjadi hambatan utama dalam adopsi fintech. Penelitian ini juga mengadopsi kerangka Technology Readiness Index (TRI) untuk mengukur kesiapan psikologis UMKM dalam mengadopsi teknologi. Temuan ini memiliki implikasi kebijakan penting, yaitu perlunya pelatihan literasi digital yang berkelanjutan, penguatan perlindungan data, serta sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan fintech dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan bagian dari roadmap lima tahun dalam mendukung transformasi digital UMKM secara bertahap di wilayah Medan. Kata kunci: Fintech; Literasi Keuangan; Akses Pembiayaan; Inklusi Keuangan; Kota Medan
Copyrights © 2025