Lumbung padi swadaya masyarakat sudah jarang dijumpai. Adanya kelompok yang masih mempertahankan sistem penyimpanan hasil panen secara bersama-sama menarik untuk dikaji. Kajian ini diarahkan untuk mengelaborasi dinamika kelembagaan lumbung pangan di tingkat lokal dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan kelompok. Kajian dilakukan pada sebuah kelompok lumbung pangan di Desa Tirta Mulya Kecamatan Air Manjunto Kabupaten Mukomuko. Kajian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan wawancara kepada sejumlah informan kunci dan responden sebanyak 40 orang anggota kelompok. Data-data dianalisis secara kualitatif, deskriptif, dan melakukan uji korelasi Rank Spearman. Kajian ini menemukan bahwa kelompok memiliki dinamika yang tinggi dan mendapatkan momentum peningkatan produktivitas kelembagaan setelah adanya dukungan teknis dari pemerintah daerah. Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa sejumlah karakteristik anggota berhubungan dengan tingkat keberdayaan, yaitu luas lahan pertanian dan persepsi terhadap gudang penyimpanan. Aspek-aspek dinamika kelompok yang berhubungan signifikan meliputi rasa percaya sesama anggota, transparansi pengelolaan keuangan, dan pengambilan keputusan kelompok. Secara umum, kelompok lumbung pangan yang tumbuh melalui keswadayaan tetap relevan meskipun gejalanya terus memudar. Untuk itu diperlukan dukungan teknis dan pendampingan dari pemerintah daerah. Kata Kunci: kelembagaan lokal, pemberdayaan, dinamika kelompok, lumbung pangan, solidaritas
Copyrights © 2025