Latar Belakang : Rata-rata usia menarche remaja putri di Jawa Tengah telah memasukki usia dibawah usia 12 tahun, dengan rata-rata usia menarche 13 tahun (38,6%) dengan kejadian awal pada usia kurang dari 9 tahun. Sedangkan Siswi di SDIT Jumapolo berusia 10-12 tahun, informasi yang tidak jelas menyebabkan pengetahuan siswi kurang dan tingkat kecemasan siswi meningkat menghadapi menarche. Tujuan : Menganalisa hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi di SDIT Jumapolo. Metode Penelitian : Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yaitu menggunakan metode purposive sampling dengan sampling jenuh, jumlah sampel penelitian 57 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa statistik menggunakan kendall’s Tau dengan taraf signifikasi (?=0,05). Hasil : pengetahuan siswi SDIT Jumapolo tentang menarche mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang menarche dalam kategori cukup sebanyak 43 responden (75,4%). Tingkat kecemasan menghadapi menarche, mayoritas dalam kategori tidak cemas menghadapi menarche sebanyak 28 responden (66,7%). Analisa Bivariate ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche, dibuktikan dari hasil uji kendall’s Tau yang diperoleh nilai koefisien korelasi ? sebesar -0,274 dan menunjukkan nilai p=0,031 , dan signifikan pada nilai ?=0,05. Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi di SDIT Jumapolo.
Copyrights © 2025