Serangan hama tikus sawah di Desa Sidowaluyo menjadi salah satu momok bagi para petani. Hal ini karena tikus secara partisipatif menunjukkan serangan yang cukup berat diantara desa lainnya, di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Hama tikus ini menyebabkan banyak padi yang rusak bahkan diperkirakan gagal panen. Hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang merupakan hama utama tanaman padi di desa Sidowaluyo ini harus menjadi perhatian khusus. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan hama tikus sawah di Desa Sidowaluyo dengan cara gropyokan. Metode gropyokan adalah cara tradisional untuk membasmi hama tikus sawah secara gotong royong. Kegiatan dimulai melalui sosialisasi mengatasi permasalahan dengan metode FGD (Forum Grup Discussion) guna menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan agar lebih mudah dipahami dan dapat merubah paradigma masyarakat dalam kepasrahannya terhadap masalah ini, sehingga tidak sampai menurunkan hasil panen mereka. Pengendalian dilakukan di petak sawah milik petani yang diserang OPT (organisme perusak tanaman) hama tikus ini. Pembinaan pengendalian hama ini dengan metode pelaksanaan gropyokan yang dipadukan dengan pengemposan belerang pada wilayah yang sulit dijangkau atau dibongkar seperti di bagian tanggul , serangkaian kegiatan dapat membasmi atau mengusir tikus yang ditandai dengan banyaknya tikus yang tertangkap atau mati. Hasil pembinaan dalam mengendalikan hama tikus ini dapat direalisasikan dengan gropyokan dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lain dalam mengendalikan serangan tikus sawah.
Copyrights © 2025