Amerta
Vol. 43 No. 1 (2025)

Reflections on The Maitrakanyaka-Avadana at Candi Borobudur: The Teaching of Exchanging and Equalizing

Lee, So Tju Shinta (Unknown)
Lee, Salim (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2025

Abstract

Abstrak. Refleksi tentang Maitrakanyaka-avadana di Candi Borobudur: Ajaran “Menukar dan Menyamakan". Tulisan ini mengeksplorasi ajaran berlapis dalam cerita Maitrakanyaka yang tergambar pada relief Candi Borobudur, dengan fokus pada praktik “menukar dan menyamakan” (parivartana). Melalui analisis dialogis relief dan perbandingan dengan versi naskah Sanskerta, Tionghoa, Tibet, dan Pali, penelitian ini mengungkap unsur-unsur didaktik yang kaya. Narasi ini berpuncak pada ajaran mendalam tentang parivartana (atau tonglen), yang menekankan keberanian untuk mengambil alih penderitaan orang lain. Praktik yang dimotivasi oleh bodhicitta ini yang dipahat di Borobudur, merupakan bagian dari ajaran-ajaran terkenal dalam Buddhadharma mengenai budidaya pikiran. Relief-relief tersebut yang kemungkinan terinspirasi oleh berbagai versi naskah, juga menunjukkan proses seleksi, interpretasi, dan adaptasi yang terampil dari para perancang dan pemahat Borobudur dalam menciptakan narasi visual, sekaligus berfungsi sebagai bukti penguasaan literasi yang luas pada masanya. Pada akhirnya, penelitian ini menyoroti bagaimana relief Borobudur secara efektif menyampaikan ajaran yang mengakar kuat yang masih relevan dan masih dipraktikkan hingga sekarang. Kata kunci: Ajaran Borobudur, Cerita Maitrakanyaka, Parivartana, Relief naratif, Tonglen   Abstract. This paper explores the multi-layered teachings within the Maitrakanyaka story as depicted in the Borobudur reliefs, focusing on the practice of “exchanging and equalizing” (parivartana). Employing dialogical analysis of the reliefs and comparing them with Sanskrit, Chinese, Tibetan, and Pali manuscript versions, the study reveals rich didactic elements. The narrative culminates in a profound teaching on parivartana (or tonglen), emphasizing the courageous act of taking on the suffering of others. This bodhicitta-motivated teaching, carved at Borobudur, is part of the celebrated teachings within Buddhadharma regarding mind cultivation. The reliefs, likely inspired by various manuscript versions, also demonstrate the Borobudur designers’ and sculptors’ process of selection, interpretation, and adaptation in creating a visual narrative, while simultaneously serving as evidence of the extensive literary mastery of their time. Ultimately, this study highlights how Borobudur’s reliefs continue to convey these enduring teachings, which remain relevant and practiced today. Keywords: Borobudur teachings, Maitrakanyaka-avadana, Narrative relief, Parivartana, Tonglen

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

amerta

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Starting at Volume 40 Number 2 December 2022, AMERTA’s objective is to promote the wide dissemination of the results of systematic scholarly inquiries into the broad field of archaeological research in proto-history and history chronology themes in the Indonesian Archipelago. The primary, but not ...