Mlijo merupakan salah satu bentuk kegiatan sektor informal yang berkembang di masyarakat. Keberhasilan sektor informal dalam aktivitas ekonomi terutama dalam mengelola usaha sangat tergantung pada kemampuannya untuk bertahan atau tetap berada dalam lingkungan bisnisnya, dan bagaimana menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat membedakan usahanya dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendiskripsikan konteks sosial mlijo sebagai pelaku sektor informal dalam menjalankan profesinya; 2) mendiskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang dipraktekkan mlijo dalam menjalankan aktifitas ekonomi dan 3) mendiskripsikan makna aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan fungsi konsumsi, produksi, dan distribusi bagi mlijo dalam mengelola usahanya Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosial yang melatarbelakangi mlijo adalah motif “sebab” (because to motives) dan motif “tujuan” (in order to motives). Sedangkan nilai-nilai kearifan lokal nampak dalam perilaku mlijo ketika melayani pelanggan seperti sifat sabar, telaten, tidak mudah marah, bahkan rela melepaskan barang dagangan dengan harga yang lebih rendah (merugi) demi menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, karena filosofi ynag dianut adalah tuna satak bathi sanak. Aktifitas ekonomi yang berkaitan dengan fingsi konsumsi, produksi dan distribusi dapat ditinjau dari perspektif sosial, budaya, ekonomi, keuangan, pendidikan dan religiusitas.
Copyrights © 2025