Aktivitas kerja manual berulang dalam durasi panjang masih umum dijumpai pada sektor UMKM, termasuk industri rumahan dodol, dan berisiko menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi postur kerja dan tingkat risiko ergonomi pada proses pengadukan dan pengemasan dodol dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif melalui observasi secara langsung dan pengisian kuesioner Nordic Body Map (NBM) oleh lima orang pekerja aktif. Hasil menunjukan keluhan paling dominan terjadi pada punggung, pinggang, bahu, dan pergelangan tangan. Skor REBA menunjukan aktivitas pengadukan berada pada tingkat skor sangat tinggi (skor 13), sedangkan pengemasan berada pada tingkat risiko sedang hingga tinggi (skor 6 dan 9). Disarankan adanya modifikasi alat, jadwal istirahat terstruktur (microbreaks), serta perbaikan fasilitas kerja guna menigkatkan kenyamanan dan menurunkan risiko cedera.
Copyrights © 2025