Pekon Giham Sukamaju termasuk dalam wilayah dataran tinggi di Kecamatan Sekincau Lampung Barat yang cocok untuk usaha pertanian, khususnya tanaman hortikultura. Beberapa petani di Pekon Giham, Sukamaju mulai tertarik menanam jeruk sebagai komoditas unggulan baru, tetapi pemahaman dalam budidaya jeruk masih minim dan belum sesuai dengan kaidah GAP (good agricultural practices) untuk dapat menghasilkan panenan yang sehat, bermutu tinggi, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Pengamatan di lapang menunjukkan bahwa petani menanam jeruk seadanya terutama dalam pemeliharaan tanaman jeruk meliputi pemupukan dan pemangkasan. Tujuan kegiatan ini adalah (1) memberikan pengetahuan teoritis tentang teknik budidaya jeruk di dataran tinggi menurut kaidah GAP, (2) agar petani mengetahui dan mampu menerapkan teknologi bujangseta pada pertanaman jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pemeliharaan jeruk dengan penerapan teknologi bujangseta sebesar 43,3%, terutama dalam hal pemangkasan dan pemupukan. Pemahaman dalam praktik penerapan teknologi bujangseta hanya terlihat pada lima orang peserta dari 13 anggota petani jeruk. Ketrampilan teknis budidaya jeruk yang dikuasai terutama pemupukan dan sebagian pemangkasan. Manajemen pengendalian OPT kurang dipaham petani.
Copyrights © 2025