Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebijakan larangan penggunaan handphone dengan prestasi akademik siswa di Pondok Pesantren Tanjung Makmur Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan populasi seluruh siswa Pondok Pesantren Addinussyariah Tanjung Makmur mencakup semua tingkat pendidikan yang ada di pesantren, baik yang berada di tingkat MTs maupun MA dengan jumlah 340 santri. Teknik sampling menggunakan sampel berbasis kriteria (Purposive Sampling) yaitu siswa yang memenuhi kriteria berupa siswa yang aktif belajar di pesantren dan terpengaruh oleh kebijakan larangan menggunakan handphone. Sampel diambil Sampel sebanyak 50 orang dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara nilai akademik awal siswa sebelum kebijakan diterapkan dan nilai akhir setelah kebijakan diberlakukan. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = 0.954 dengan tingkat signifikansi p < 0.01 menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Nilai R Square = 0.907 mengindikasikan bahwa sekitar 90,7% variasi dalam prestasi akademik dapat dijelaskan oleh model yang dikembangkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan larangan penggunaan handphone berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik siswa. Namun, di samping dampak positif seperti peningkatan konsentrasi belajar, interaksi sosial, dan pengendalian pengaruh negatif dunia maya, kebijakan ini juga menimbulkan dampak negatif, seperti keterbatasan akses informasi dan peluang pengembangan teknologi di kalangan siswa. Dengan demikian, diperlukan pendekatan kebijakan yang seimbang agar manfaat optimal dapat diperoleh tanpa menghambat potensi santri dalam perkembangan teknologi informasi.
Copyrights © 2025