Hasil survei PISA tahun 2022 menunjukkan bahwa rata-rata literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah, dimana menduduki peringkat ke-73 dari 81 negara. Rendahnya literasi sains ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, diantaranya adalah kurangnya penggunaan bahan ajar yang bervariasi serta minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang mendukung pemahaman konsep secara menyeluruh. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan bersama guru kelas V SDN 2 Kekeri, diketahui bahwa media pembelajaran yang digunakan di kelas terbatas pada buku guru dan buku siswa, tanpa dilengkapi dengan media visual lain yang dapat memperkaya pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan media Komik Edukatif IPAS. Metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dan dilaksanakan di SDN 2 Kekeri. Subjek uji kevalidan produk yaitu tiga validator ahli materi dan satu validator ahli media, sedangkan subjek uji kepraktisan yaitu satu guru kelas V dan 23 peserta didik kelas V. Instrumen yang digunakan yaitu angket validasi ahli materi dan validasi ahli media untuk uji kevalidan produk, angket respon guru dan respon peserta didik untuk uji kepraktisan produk. Teknik analisis data kevalidan dan kepraktisan produk menggunakan rumus presentase perolehan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik edukatif IPAS memperoleh penilaian sangat valid dan sangat praktis, dengan skor 91,66% dari ahli media, 88,88% dari ahli materi, 100% dari hasil respon guru, 94,54% dari uji coba kelompok kecil, dan 92,64% dari uji coba kelompok besar. Dengan demikian, media komik edukatif IPAS layak digunakan dalam pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan media komik edukatif IPAS sebagai alat bantu pengajaran yang efektif untuk menjelaskan konsep sains yang kompleks dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Copyrights © 2025