Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi nilai Sejarah dan arsitektur dari Gedung Landraad serta Gedung Vetor di Kota Singkawang yang merupakan warisan budaya kolonial dan masih bertahan hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data sendiri meliputi observasi secara langsung terhadap kedua bangunan tersebut, wawancara dengan narasumber yakni instansi kebudayaan terkait dokumentasi visual, dan studi Pustaka terhadap sumber-sumber tertulis. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model interaktif Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Gedung Landraad dan Gedung Vetor mempunyai nilai Sejarah dan sebagai simbol kekuasaan kolonial Belanda dan memiliki peran dalam sistem pemerintahan terdahulu. Dari segi arsitektur, kedua bangunan ini memcerminkan gaya arsitektur kolonial yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis dan juga budaya lokal. Dengan begitu, Gedung Landraad dan Gedung Vetor mempunyai signifikansi sebagai bangunan cagar budaya yang perlu dijaga kelestariannya oleh Masyarakat dan pemerintah daerah.
Copyrights © 2025