Program Dana Desa di Indonesia menghadirkan sebuah paradoks fundamental: dirancang sebagai instrumen desentralisasi fiskal untuk mengakselerasi pembangunan, program ini justru menjadi arena yang rentan terhadap korupsi. Studi ini memetakan lanskap riset untuk menjelaskan paradoks tersebut melalui Systematic Literature Review (SLR) terhadap 55 artikel (2015–2024) dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus, dengan menerapkan protokol PRISMA. Temuan utama mengungkap dominasi riset kualitatif berskala lokal yang berfokus pada akuntabilitas prosedural. Sementara kapasitas administratif dan teknologi diakui sebagai determinan krusial, kelemahan sistemis secara konsisten teridentifikasi dalam fungsi pengawasan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Inspektorat Daerah, yang terkendala oleh keterbatasan sumber daya, kompetensi, dan independensi. Sebagai kontribusi utamanya, tinjauan ini merumuskan agenda riset masa depan yang menganjurkan pergeseran paradigma dari studi deskriptif-lokal menuju riset kausal-komparatif berskala luas, pengujian kerangka teori yang lebih canggih (misalnya, teori keagenan dan institusional), dan fokus pada pengukuran dampak akuntabilitas terhadap hasil-hasil pembangunan yang nyata.
Copyrights © 2025